______ Let's ______

TRAVEL. DIVE. EAT. FLY. WRITE. 

_________ Because Everything is Awesome _________

 

 

 

May 17, 2014

10 days in Japan : Takayama, Pencarian bunga sakura terakhir

Full Bloom di Takayama

[23 April 2014]
Hostel saya di kyoto bernama A-Yado Gion Hostel, Menurut saya lokasi dari hostel ini sangat strategis karena berada di tengah-tengah Gion. Posisi Hostel pun tepat berada di atas warung sushi jadi kalau kelaparan tinggal turun ke bawah. Kami mengambil kamar mix dorm karena harganya yang paling murah. Kamarnya sendiri terdiri dari 5 tempat tidur tingkat 2 jadi kamar ini muat untuk 10 orang!! Mayoritas isinya orang-orang barat. Saya sendiri dapat tempat tidur di bawah sedangkan yang di atas adalah seorang wanita jerman yg agak gemuk. Sempat kejadian waktu subuh salah satu pakaian dalamnya jatuh di samping kasur saya...Aduhhhhhh!


Hari ke 4, kami mencoba mencari sakura. Menurut kabar angin alias japan-guide.com, Takayama adalah salah satu tempat yang diprediksi masih memiliki phon sakura yang masih mekar. Awalnya saya tidak tahu Takayama itu kota seperti apa dan ternyata kotanya sangat indah dan damai terutama perjalanan kereta menuju kesana

Bertemu dengan CEO
Pemandangan sepanjang jalan Nagoya-Takayama
Untuk menuju kesana saya menggunakan Shinkansen (udah serasa orang kaya gini haha) menuju Nagoya kemudian dilanjutkan dengan kereta rapid express, JR Hida. Total perjalanan sekitar 3 jam! Kereta ini melaju disamping jurang perbukitan dilengkapi dengan sungai biru dan bebatuan, Langit yang cerah, jembatan berwarna mencolok dan kadang-kadang bonus pohon sakura. Asli 3 jam perjalanan benar-benar dimanja dengan pemandangan yang indah!

video

Pohon Sakura yang konon katanya umurnya ribuan tahun sampai harus ditahan di beberapa batangnya
Di dalam kereta, kami bertemu dengan salah satu CEO mebel di Jepang dan ternyata beliau pernah tinggal di Indonesia selama 2 tahun! Beliau bercerita tentang ketepatan waktu orang jepang terutama kereta api. Beliau berkata bahwa total telat kereta di Jepang dalam setahun cuma 30 detik! Dia juga sempat cerita bagaimana kehidupannya waktu di Indonesia. Awalnya dia kaget dengan macetnya..haha..sabar ya pak.

Perjalan hampir mencapai tiga perempatnya. Tiba-tiba saja sang CEO memberitahu kami bahwa sebentar lagi kita akan melewati pohon sakura besar yang konon umurnya sudah ribuan tahun. Petugas kereta yang lewat memberi tahu kami bahwa jam 2 kita akan melewati pohon tersebut dan benarlah jam 2 lewat disana! Pohon tersebut sangat besar dan perlu ditopang oleh beberapa kayu agar rantingnya tidak jatuh.


Takayama, kota diatas gunung


Takayama, kota di atas gunung
Old town
Sakuranya masih banyak!
Sakura dimana-mana
Takayama terletak di pusat pegunungan Alpen jepang. Kota ini kira-kira berada di ketinggian 1400 mdpl. Karena posisinya yang tinggi menjadi alasan kenapa Sakura masih mekar di akhir April, Sebenarnya Takayama hanyalah sebuah kota kecil, Rural area dan kota tua yang indah sehingga ini terkesan lebih damai ketimbang kota-kota besar. Rasa tradisional ala Jepang benar-benar terasa disini.

Kebanyakan pengunjung adalah orang China terlihat dari percakapan yang terdengar sepanjang jalan. Kota ini juga terkenal dengan Onsen / pemandian air panasnya, ada juga pemandian yang campur hehe. Berkeliling di kota ini sangatlah mudah, bisa berjalan kaki ataupun menyewa sepeda. biasanya hostel-hostel disini ada layanan peminjaman sepedanya juga. Awalnya Kami pun berencana untuk menyewa sepeda tapi habis semua euy.

Di tengah jalan bertemu dengan orang Indonesia disini. Dia pun kaget kok bisa-bisanya ada orang Indonesia di daerah terpencil seperti ini?Harap maklum turis kismin, ga sanggup belanja di kota jadi ke kampung-kampung saja hehe.

Anak kecil biar tidak terpisah dikasih sarung, cute pisan lah

 Gagal melihat Nagoya castle

Ada hal unik ketika perjalanan pulang. Tanpa sengaja saya hampir saja jatuh dan menimpa nenek-nenek disamping saya. Ekspresi kagetnya sangat kasihan dan agak lebay. Untungnya si nenek ini ga jantungan. Gara-gara peristiwa tadi akhirnya kami memulai percakapan dengan nenek dengan topik yang ntah kemana-mana dan saya pun mencoba membalas dengan bahasa jepang alakadarnya

Nenek : kamu darimana? (make bahasa jepang + inggris pas-pasan)
Saya : Indonesia desu
Nenek : INDONESEIAAAAA!!!!!
Saya : ......... (saya pun bingung kenapa nenek itu tiba2 kaget..haha)
Nenek : kamu pergi dengan siapa? (dengan bahasa jepang + Inggris pas-pasan)
Saya : kodomo
Nenek : KODOMOOOOOOO!!!!!!!!!
Saya :...... (saya pun bingung lagi...dan ternyata kodomo itu anak bukan teman haha..salah ngomong masa iya anak saya lebih tua dari saya haha)

Dan percakapan diakhiri dengan saya menjadi bahan tertawaan orang-orang di kereta haha
tapi ya sudahlah karena si ibunya sangat ramah kami pun larut dalam percakapan panjang yang entah apa topiknya

Waktu mengatakan sudah jam 7, kami berniat berkeliling Nagoya dulu sebelum kembali ke Kyoto. Kami berjalan berjam-jam hingga ke Nagoya Castle..  Aslinya jauh pisan jalannya cuma gara-gara mau hemat duit haha. Sayangnya karena malam istana tersebut tutup tapi lumayan bisa melihat sedikit bagian dari istana yang terkenal itu.



No comments:

Post a Comment