______ Let's ______

TRAVEL. DIVE. EAT. FLY. WRITE. 

_________ Because Everything is Awesome _________

 

 

 

November 7, 2014

8 days in China : Jiuzhaigou, tempat terbaik untuk warna-warni Autumn


Jiuzhaigou, barangkali nama tempat ini sangat asing di telinga kita atau bahkan tidak pernah terpirkirkan bahwa ada. Saya pun menemukan tempat ini pun tidak di sengaja. Saya googling tentang tempat terindah di dunia dan nama ini muncul. Tidak perlu waktu lama bagi saya untuk mempertimbangkan apakah pergi atau tidak. Setelah melihat foto-fotonya di internet, hati saya berbicara "Bagaimana pun caranya saya harus kesana!!".

Jiuzhaigou merupakan sebuah kota yang berada di areal pegunungan Min, propinsi Sichuan dan posisinya tepat berada di sisi ujung dataran tinggi tibet. Populasi orang-orang di kota ini cukup banyak meskipun terdapat beberapa desa yang sudah ditinggalkan.

Areal wisata ini sangat luas sehingga tidak akan terasa padat meskipun ribuan turis lokal berkujung. Katanya perharinya rata-rata 7000 pengunjung bro! Kota ini terkenal dengan taman nasionalnya seluas 72000 Hektar yang keindahannya bisa saya bilang tempat paling berwarna-warni di dunia. Kita akan diperlihatkan berbagai air terjun dan danau yang warnanya tidak masuk akal. Taman Nasional ini termasuk ke dalam situs warisan dunia UNESCO! Untuk penggemar lanskap, tempat ini akan memanjakan kameramu!

Seri lengkap tentang perjalanan lainnya di China bisa di lihat di tautan berikut
[24 Oktober 2014]
Selamat datang di Xi'an, China
5 Jam sudah penerbangan kami dari KL menuju Xian. Kami tiba di Bandara internasional di Xi'an tepat jam 11.00 malam dan saat itu kondisi bandara masih saja ramai terutama di pintu imigrasi. Para penumpang yang memenuhi tempat itu hampir semuanya adalah berkebangsaan cina, entah memang orang lokal atau pun turis dari Asia tenggara. Mungkin bisa dibilang cuma kami yang berkulit sawo matang dengan tas-tas besar di punggung kami.

Proses imigrasi kami lancar tanpa hambatan. Tempat yang perlu dicari setelah keluar dari pintu kedatangan adalah kursi-kursi empuk untuk kami tidur semalam di bandara. Pesawat kami menuju Jiuzhaigou adalah sok pagi. Kami melangkah mencari tempat yang nyaman dan gelap agar tidur kami nyaman nantinya. Karena pengetahuan kami yang seadanya mengenai bandara ini, akhirnya kami memilih tidur di dekat pintu masuk bandara tepat berada di lantai 2 pintu keberangkatan.

Kami melihat barisan kursi-kursi pijat dan beberapa sumber listrik. Inilah tempat impian kami! Sayangnya saat itu bandara sedang dalam renovasi, dentuman palu dan meriahnya gergaji menjadi pengantar tidur kami di malam itu. Tak hanya kami saja yang berada disana namun juga beberapa orang lokal pun menunggu pagi disana. Seorang pemuda tanggung yang duduk di sebelah teman saya. Nampaknya dia pun kelelahan dan memilih tidur di tempat ia duduk juga. Tak sampai hitungan jam, tiba-tiba dia meludah di kala orang-orang tertidur. Bukan masalah meludahnya tapi dimana ia membuangnya. Dia meludah di lantai yang bersih mungkin sekitar 1 meter dari ia duduk. Yap... Inilah kesan pertama saya.

[25 Oktober 2014]
Penerbangan Xi'an - Jiuzhaigou
Paginya kami terbangun karena jadwal pesawat kami menuju Jiuzhaigou sekitar beberapa jam lagi. Kami memilih terbang dari Xi'an karena lebih hemat waktu. Xi'an dan Jiuzhaigou terpisah sangat jauh, mungkin perlu 2 hari lebih jika menggunakan jalur darat. Sayangnya penerbangan domestik di China cukup mahal untuk penerbangan selama 1 jam! 

Posisi terminal intenasional dan domestik ternyata berbeda. Kami harus berjalan sekitar 15 menit untuk menuju terminal selanjutya. Sepanjang perjalanan ternyata kami menemukan kapsul hotel. Hotel ini bisa jadi pilihan kalau mau bermalam lagi. Kami pun tiba di terminal domestik. Menurut saya bentuk terminal domestik lebih modern daripada terminal kami sebelumnya.

Pemandangan sesaat sebelum mendarat di Jiuzhaigou. Mungkin ini pemandangan pesawat paling gokil selama hidup saya
Menuju Jiuzhaigou sendiri bisa melalui berbagai cara baik melalui darat atau pun udara. Jalur kereta langsung menuju kesana adalah nihil. 
  • Jalur Bus : Pergi menggunakan bisa melalui kota-kota besar yang ada di sekitar Jiuzhaigou seperti Chengdu dan Lanzhou. Minimal perjalanan selama 7 jam dari Chengdu dan 10 jam dari Lanzhou. Kabarnya perjalanan darat menuju kesana sangat indah!
  • Jalur Udara : Kami Cenderung memilih jalur udara yang hanya memerlukan waktu kurang lebih 1 jam saja dari Xi'an atau kota-kota lainnya. Meskipun lama perjalanan cuma 1 jam tapi harga tiket nya lebih mahal dari tiket KL-Xi'an!! barangkali Low Cost flight disana memang belum ada. Maskapai yang tersedia dari Xi'an adalah China Eastern dan Sichuan Airlines dengan jadwal keberangkatan 3 kali dalam sehari yaitu pagi dan malam. Agar mendapatkan harga tiket yang paling murah sebaiknya dibeli 2-3 minggu sebelum keberangkatan karena menurut pengalaman kemarin saat-saat itulah tiket harganya jatuh. Harga standar bisa mencapai 900 CNY tpi kemaren harga terendah yang bisa dicapai adalah 700 CNY. mahal pisan lah!!haha. Setelah mendekati Jiuzhaigou pemandangannya benar-benar extreme. Pesawat akan terbang di antara pegunungan yang beberapa diataranya masih tertutup salju!!!
Sesampainya di bandara, kami harus menuju zhangza town karena hostel kami berada di sekitar sana. Di bandara sendiri terdapat berbagai moda transportasi untuk melanjutkan perjalanan yaitu taksi dan bis. Taksi dan Minibus harganya tidak terlalu jauh beda jika melakukan perjalanan bersama 4 orang namun Taksi perlu dibargain lebih jauh untuk mendapatkan harga yang sesuai. Pilihan kami adalah bis seharga 45 CNY/orang dengan perjalanan selama kurang lebih 1 jam. tiket bus bisa dibeli sebelum pintu keluar. 

Selama perjalanan kami diperlihatkan dengan pemandangan yang indah!!!! selama 1 jam tidak akan bosan untuk melihat ke jendela. Pegunungan yang tertutup salju dan padang savana menjadi teman kami sepanjang perjalanan. Pemberhentian terakhir pun nampak di depan dan kami diturunkan di tempat entah dimana haha. Kami pikir lokasi Hotel kami dekat dari tempat kami turun sehingga kami memilih untuk berjalan menuju kesana. Berjalan selama berjam-jam, bertanya dengan orang lokal dengan bahasa tarzan dan mandarin yang alakadarnya benar-benar tidak memecahkan masalah. Usut punya usut, ternyata perjalanan menuju kesana masih 5 KM lagi haha..... akhirnya kami menyerah dan memberikan hidup kami pada supir taksi seharga 30 CNY.

Culture Shock
Kota Jiuzhaigou. Kotanya rapi dan berasa bukan di Asia
Culture Shock begitu terasa ketika kami menikmati hari-hari pertama kami disana.

" KHHAAAOOOGHHHHH CHUUHHH.......KHAAAOOGHHHH CHUUUUUHHHHH!!! "
" DINNNN......DIIIINNNN......DINNNNN!!! "

Inilah yang membuat perjalanan kami semakin penuh intrik. Orang-orang meludah dimana-mana (barangkali karena cuaca dingin) dan kendaraan-kendaraan yang membunyikan klakson tanpa alasan, mau orang lagi jalan di pinggir di klakson, mobil berhenti di klakson, orang menyebrang di klakson pokoknya klakson sudah menjadi bahasa sehari-hari di jalan. Satu hari disana mampu membuat hal-hal tersebut menjadi biasa dan malah jadi kebiasaan.

Angelie Hotel
Semua menu dalam bahasa mandarin!
Angelie hotel, harganya cukup murah hanya 200 rbuan rupiah saja/orang dan itu pun ketika peak season. Resepsionisnya fasih berbahasa inggris dan kamarnya pun bersih terutama yang paling penting WCnya. Pilihannya bisa dorm atau private room. Dorm tidak recommended selain karena WC-nya harus sharing dan posisinya berada di loteng tanpa penghangat. Kami memilih hotel inbi karena menurut internet hotel ini direkomendasikan untuk backpacker.

Untuk yang muslim jangan khawatir ada beberapa restoran halal di Jiuzhaigou meskipun tidak seberapa banyak. yang pasti ada! Kebetulan penginapan kami dekat dengan restoran halal.  Ada kisah lucu ketika kami menanyakan jam buka dari kedai ini. Dengan bahasa mandarin yang seadanya dan bahasa tarzan, kami malah dikira menanyakan jam berapa adzan haha. Kami pun sempat bertemu dengan ibu-ibu asal indonesia yang ternyata backpackeran juga ke jiuzhaigou padahal ini ibu-ibu udah kayak ibu-ibu pengajian modelnya. gagal paham lah.



[26 Oktober 2014]
Para penjahat di dalam bis
Kami sengaja bangun pagi sekitar jam 7 pagi untuk menghindari keramaian meskipun ternyata orang memilki pikiran yang sama dengan kami. Kami sudah membeli tiket masuk seharga 220 CNY di hari sebelumnya dikarenakan ketakutan kehabisan tiket. Ada juga tiket tambahan untuk bis yaitu 90 CNY namun kami sengaja tidak membelinya karena cukup mahal. Tiket-tiket tempat wisata di China memang mahal. Untungnya harga tersebut terbayar dengan fasilitas yang disediakan dan kebersihan di dalam objek wisata. Karena kami hanyalah sekumpulan turis-turis kere, saya memutuskan untuk tidak membeli tiket bis sehingga bisa berhemat 90 CNY. Tiket bis hanya diperiksa di pintu masuk. setelah di dalam area wisata,  tiket bis tidak akan diperiksa lagi jadi kami bisa menggunakan bis tadi secara gratis (tapi haru dibayar penderitaan selama 3 jam berajalan kaki dan kedinginan) dan sepuasnya di dalam..dasar penjahat.

Di pintu masuknya saja sudah antri. katanya 1 hari bisa 3000-5000 pengunjung!
Dari pintu masuk, kami berjalan menuju jalur khusus pejalan kaki berupa lantai-lantai kayu. tidak ada orang yang melalui jalur ini dan bisa dibilang hanya kami yang berada di jalur itu. Suhu dingin sangat terasa sampai di ujung jari. Saya memeperkirakan bahwa suhu saat itu dibawah 0 C dan pasir putih es yang berada disekitar kami-lah yang meyakinkan saya. Cahaya matahari satu-satunya yang kami tunggu untuk menghangatkan badan meskipun dengan berjalan saja tubuh kami sudah menghangatkan dirinya sendiri tapi itu belum cukup.

3 jam perjalanan dan hanya kami yang melalui jalan ini
Berjalan selama 3 jam kami ditemani berbagai pemandangan yang indah mulai dari kuil yang tidak sengaja kami temukan dan danau-danau yang berwarna Tosca yang transparan hingga ranting yang tenggelam pun sudah indah. Semua pemandangan ini menjadi milik kami karena hanya kami yang saat itu berada disana untuk menikmatinya. Perjalanan yang tak ternilai meskipun harus kedinginan.

Ketemu kuil disaat tersesat. Kuil Zaruzi
Kami tiba di desa Shuzeng, desa tibet yang paling ramai di dalam areal wisata ini. Waktu sudah menunjukkna jam 1 siang. nampaknya perjalanan kaki tadi sudah berlebihan memakan waktu. Satu-satunya cara adalah harus diam-diam masuk bis padahal kami tidak punya tiket bis. Kami pun menemukan Halte bis di dekat sana. Saya masih takut untuk mencoba menggunakan bis karena kami tidak mempunyai tiket bus. Kami duduk terdiam memantau orang yang akan memberhentikan bus dan bagaimana cara dia bisa duduk sampai bus berangkat tak peduli dan HOREEEE!!!!!!! tidak ada pemeriksaaan tiket!!!!!! kami sangat berbahagia karena setelah kami berjalan 3 jam dan harus menerima kenyataan bahwa tempat ini begitu luas! dasar penjahat!

Desa Shuzeng, desa tibetan yang paling ramai
Jiuzhaigou : Cermin-cermin pecah yang bertebaran menjadi danau warna-warni
Setelah percaya diri menggunakan bis akhirnya kami bisa pergi menjelajah keseluruhan tempat dan menikmati butiran-butiran kaca itu. Batas-batas berupa air terjun yang berundak-undak...gila!!!! alam memang tidak pernah bohong.

Ini dia situs UNESCO  seluas 72000 Ha yang berada di antara Pegunungan Min dan di ujung dataran tinggi tibet. Tempat dimana semua keindahan musim gugur itu campur aduk di dalamnya. Tempat dimana cermin-cermin pecah yang tersebar menjadi danau-danau indah yang merefleksikan sinar matahari menjadi warna-warni keindahan. Tiap musim ada pemandangannya masing-masing dan sekarang adalah musim gugur dimana semuanya berwarna-warni. Gampang Jiuzhaigou memiliki 3 lembah yang membentuk huruf Y antara lain Rize, Zechawa dan Shuzheng.

1. Lembah Shuzheng
Inilah lembah yang pertama kali kami lewati. Terbentang sejauh 14.5 km dan terletak di sebelah utara dari areal taman nasional ini. dimulai dari pintu masuk kita akan melewati berbagai tempat-tempat indah seperti air terjun Shuzheng, danau wolong, danau redd, danau shuanglong. Bagi saya, air terjun Shuzheng merupakan tempat yang paling indah di lembah pertama ini. Air terjun sebenarnya tidak tinggi, barangkali sekitar 2 meter saja tapi kolaborasi antara air berwarana hijau tosca yang bening, warna-warni daun dan busa-busa air terjun sangatlah sempurna. Kenapa warna danau ini bisa begitu hijau atau biru dan bening? katanya gara-gara mineral yang terkandung di dalam air tersebut salah satunya Kalsium Karbonat makanya para pengunjung tidak diperbolehkan buat masuk ke dalam danau tersebut.

Shuzeng Waterfall
Reed Lake
2. Lembah Zechawa
Ternyata pertigaan dari lembah ini terdapat terminal bis. Terminal ini sangat ramai dan dipenuhi tempat menginap dan tempat makan. Sebenarnya tempat ini cocok untuk beristirahat namun sayangnya tidak ada yang menjajakan makanan halal disini. Bis kini memiliki 3 rute yaitu menuju bagian barat selatan, timur selatan dan Utara/pintu masuk. Kami memilih menuju bagian timur selatan terlebih dahulu. kenapa? karena indera ke-6 kami berkata begitu.

Lembah Zechawa memiliki panjang 16 km. untuk mencapai halte terakhir dari lembah ini memerlukan waktu 30 menit. Kebanyakan spot-spot turis berada di halte terakhir yaitu danau Long, kolam lima warna dan sebuah danau yang muncul tergantung musim. Lokasi yang pertama kali dikiunjungi adalah danau Long karena paling dekat dengan Halte. Danau Long ini merupakan danau terluas, tertinggi dan terdalam di areal wisata ini. Kami melihat banyak sekali pegunungan=pegunungan batu dimana puncaknya masih tertutup salju!

Long Lake
Setelah dimanjakan oleh pemandangan danau lake kami turun ke bawah menuju danau 5 warna. Kami berjalan sekitar 15 menit untuk mencapainya. Katanya sih danau ini memiliki 5 warna sesuai namanya dan ternyata ya...mungkin 5 warna, ada kuning, hijau, biru, merah dan satu lagi warna yang belum terpikirkan. Kami tidak mengunjungi danau yang satu lagi dikarenakan saat itu airnya tidak banyak jadi kami memilih kembali ke terminal.

3.Lembah Rize
Sekembalinya kami ke terminal, kami langsung naik bis menuju Lembah Rize. Lembah rize ini merupakan lembah yang terletak di sebelah barat selatan area wisata ini. Lembah yang terbentang sepanjang 18km ini memeiliki variasi pemandangan yang paling banyak daripada lembah-lembah lainnya. sayangnya kami sudah terlalu sore jadi hanya sempat ke beberapa spot saja yaitu Primeval forest dan danau five flower.

Tak hanya pemandangan yang kami nikmati namun drama-drama FTV pun terjadi juga. Saat kami turun dari bis dan tanpa sengaja melihat sebuah adegan FTV. Saat itu datang lah seorang pemuda ke salah seorang pria di antrian masuk bis. tiba-tiba munculah kata-kata sumpah serapah dalam bahasa mandarin. Lalu seketika terjadilah perkelahian sengit diantara keduanya. "bag..big...bug!" kira-kira sepertiu itulah bunyinya. Tiba-tiba munculah seorang wanita. Dia mencoba melerainya dan berteriak dalam bahasa mandarin juga. Mungkin kira-kira begini artinya "Mas...mass..sudah mas...Hayati lelah!" haha. garing yak. tapi ini benar-benar terjadi.

Primeval Forest
Kembali lagi ke perjalanan kami. Kami tidak terlalu membuang-buang waktu di Primeval forest. Kami turun, Kami hanya berfoto sebentar kemudian kembali ke halte karena waktu sudah sore. Perjalanan selanjutnya adalah menuju danau five flower. Inilah tempat yang saya cari selama ini. Ternyata danau inilah yang sering muncul di internet dan memang di antara yang lain danau inilah yang paling indah. Saya merasa mata saya sedang dikalibrasi disini!

Five Flower Lake
Bus terakhir jam 5 sore
Entah darimana saya dapat informasi ini tapi hasil searching saya sebelum berangkat sempat menemukan  bahwa bus beroperasi hingga jam 5 saja. Seandainya kami tidak dapat bus ini maka mungkin kami akan membeku kedinginan hingga esok hari disini.

Nuorilang waterfall
Jam sudah menunjukkan pukul 4.30. Kami sempatkan untuk mengunjungi air terjun nuorilang yang letaknya dekat dengan terminal bis. Setelah itu kami langsung menuju halte terdekat lagi. Mungkin semua orang mendapatkan informasi yang sama sehingga kondisi halte saat itu sangat ramai. Para pengunjung pun berdesak-desakkan untuk masuk ke Bus termasuk kami. Ternyata bus ini tidak langsung menuju pintu keluar. Kami dan penumpang lain diturunkan di tempat antah berantah. Dengan sedikit berkreasi kami mengikuti pengunjung yang lain dengan berganti bus dan akhirnya kami tidak harus menginap di taman nasional yang luasnya sudah sebesar kota ini.

Selesai juga perjalanan pertama kami. Boleh dikatakan sekali lagi Jiuzhaigou itu surganya lanskap! lanjut ke destinasi selanjutnya yaitu Danxia!

6 comments:

  1. Bikin ngiler aja... Keren abizz... semoga bisa kesana juga. Karena memang masuk dalam list. Hehehe..

    @ranselahok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biar ga cuma bikin ngiler aja.. ayo beneran kesana!

      Delete
  2. Mo Tanya pak...
    Klo lihat pesona colorful autumn, baikny berangkat pertengan atau akhir oktober pak?
    Utk kelengkapan pakaian apa sudah harus menggunakan pakaian winter utk berangkat di bulan oktober ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya kurang tahu bagus pertengahan atau akhir oktober. kayaknya sih mirip2 aja. masal jangan awal oktober aja
      dingin bangetnya pas pagi (bagus dobel jaket + sarung tangan) saja kalo pas ada sinar matahari agak anget (1 jaket lebih dari cukup)

      Delete
  3. Duh ... Subhanallah luar biasa!!! Mohon infonya ya..kalau dari hotel Angelie berapa lama berjalan kaki menuju gedung penjualan tiket masuknya? Terima kasih. Salam Nida Husin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dari hotel angelie tinggal jalan 15 menitan saja

      Delete