______ Let's ______

TRAVEL. DIVE. EAT. FLY. WRITE. 

_________ Because Everything is Awesome _________

 

 

 

Twizel : A town beside the secret river

Hari ke 5 dari perjalanan 16 days backpacking through New Zealand and Australia

English I Bahasa Indonesia


Kali ini, saya harus berpisah lagi dengan Anna dan Bip. Meskipun begitu, perjalanan harus tetap berlanjut. Ini adalah hari ke 5 dari perjalanan saya dan hampir sepanjang waktu akan saya habiskan di atas bis menuju Queenstown namun transit sekitar 3 jam di Twizel. Twizel adalah kota terbesar di Distrik Mackenzie namun menurut saya kota ini masih saja kecil kecuali dibandingkan dengan Tekapo dan Cook, mereka lebih kecil lagi. Pendapatan kota lebih bergantung kepada keberadaan turis di kota ini. Twizel juga merupakan salah satu tempat pengambilan gambar film  The lord of the ring. Saya tidak pernah berekspetasi besar dengan kota ini namun kota ini membuat saya jatuh cinta.


Tentang Perjalanan

Ini merupakan perjalanan 16 days backpacking through New Zealand and Australia  saya pada akhir November ke Tengah Desember 2015. Ikuti kisah lengkap di setiap kota dengan mengikuti tautan di bawah ini:

Itinerari
  • 10:15 - 11:00 : Perjalanan dari Gunung Cook ke Twizel dengan Cook Connection.
  • 11:00  - 15:00 : Berkeliling, tersesat hingga menemukan sungai rahasia.
  • 15:00 - 19:00 : Perjalanan dari Twizel ke Queenstown dengan Naked Bus

Transportasi


Transportasi ke sana
Dari Gunung Cook, Cook Connection dan Intercity menyediakan rute menuju Twizel dan Tekapo. Dari Queenstown/Christchurch, Intercity dan Nakedbus menyediakan rute menuju Twizel.

Transportasi selama di sana
Seperti biasa, tidak ada transportasi umum selama di kota. Jadi kamu harus berjalan kaki untuk berkeliling kota.



Mengapa kamu jangan melewatkan Twizel

Mungkin saja kamu tidak akan memasukkan kota ini ke dalam daftarmu namun kamu jangan melewatkan kota ini.  Sperti yang kita tahu bahwa kota ini merupakan kota terbesar dan termasuk ke dalam international dark reserve di distrik Mackenize. Banyak aktivitas yang disediakan di kota ini. Kota ini sangat tenang dan terdapat sungai yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Inilah yang membuat saya jatuh cinta dengan kota ini. Sungai ini sangat indah terutama ketika musim mekar bungan Russell Lupin jadi pertimbangkan kembali kota ini! Alternatif lain jika memiliki kendaraan sendiri bisa juga mengunjungi danau Pukaki.



4 Jam di Twizel

Hanya butuh 1 jam perjalanan saja untuk tiba di kota ini. Saya tiba sekitar jam 11 pagi dan saya tidak mempersiapkan rencana apapun disini karena hanya transit beberapa jam saja. Bis selanjutnya adalah sekitar jam 3 sore  jadi saya punya 4 jam di Twizel. Beruntungnya, terdapat sentral turis dekat dengan tempat saya turun bis. Saya pun mengambil map dan menghabiskan waktu di kota ini dengan berkeliling hingga tersesat.

Berjalan mengelilingi kota


Berjalan kaki adalah hal yang paling mudah yang dapat saya lakukan terutama ketika saya tidak banyak tahu tentang kota ini. Terdapat beberapa kedai kopi dimana biasanya para turis menghabiskan waktu disana. 

Tersesat hingga menemukan sungai rahasia


Saya sudah tahu bahwa ada sungai di dekat kota ini setelah bis yang saya gunakan menuju Twizel melewatinya. Saya cukup mengikuti rute yang tertulis di peta yang saya dapatkan dari sentral turis hingga saya menemukan sungai itu. Tidak banyak orang disana  atau bisa dibilang cuma saya saja yang ada disana. Sungai ini milik saya seorang sekarang! Sungai ini hanya seluas 5-10 meter dan tidak dalam mungkin hanya sekitar sebetis betis hingga pinggang orang dewasa. Aliran air tidsk terlalu deras dan jernih. Hal yang paling penting adalah bunga-bunga Russell Luppin yang tumbuh mengelilingi dan disisi sungai. Sungai ini sangat indah. Tak lama kemudian saya berbaring di sisi sungai sembari mendengarkan aliran sungai dan suara burung dan serangga yang membuat saya merasa nyaman untuk tertidur. Sampai jumpa di jam 3 sore!


No comments:

Post a Comment