______ Let's ______

TRAVEL. DIVE. EAT. FLY. WRITE. 

_________ Because Everything is Awesome _________

 

 

 

Queenstown : The capital of Adventure Junkies

Hari ke 6 dari perjalanan 16 days backpacking through New Zealand and Australia

English I Bahasa Indonesia



Queenstown adalah tempat dimana para pencinta petualangan bertemu dari seluruh dunia. Orang-orang bilang bahwa kota ini adalah ibukota dari para petualang. Kamu akan menemukan lebih dari 200 kegiatan outdoor mulai dari bungee jumping hingga skydiving, Trekking hingga mendaki gunung dan berski air hingga paragliding. Jikalau kamu merasa seorang petualang, kamu harus datang ke kota ini.

Setiap saya datang ke kota ini selalu saja di sore hari. Saya tinggal 3 hari 2 malam namun hanya bisa menghabiskan waktu di kota saat sore hari. Namun demikan, sore hari di Queenstown sangat romantis meskipun saya hanya seorang diri. Saya menyebut kota ini "My afternoon town".

Tentang Perjalanan

Ini merupakan perjalanan 16 days backpacking through New Zealand and Australia  saya pada akhir November ke Tengah Desember 2015. Ikuti kisah lengkap di setiap kota dengan mengikuti tautan di bawah ini:


Itinerari

Hari ke 1
  • 15:00 - 19:00 : Perjalana dari Twizel ke Queenstown dengan Naked bus.
  • 19:00 - 21:00 : Mencari akomodasi dan makan malam.
Hari ke 2
  • 07:00 - 17:00 : Tur ke Milford Sound dengan intercity dan AwesomeNZ 
  • 17:00 - 21:00 : Trekking ke bukit Queenstown
  • 21:00 - 23:00 : Tur kota di malam hari
Hari ke 3
  • 06:00 - 07:00 : Memasak makan pagi
  • 07:00 - 10:00 : tur kota di pagi buta
  • 10:00 - 11:50 : Perjalanan dari Queenstown ke Wanaka dengan Nakedbus

Selamat datang di ibukota para petualang

Selamat datang di kota dimana semua orang datang untuk menikmati hidup dan menantang adrenailin mereka. Lebih dari 200 aktifitas ditawarkan di kota ini namun saya tidak mencoba satupun di kota ini. Saya harus menghemat uang demin skydiving di Franz Josef. Meskipun Queenstown adalah salah satu kota terbesar di pulau selatan, gedung tertinggi hanya setinggi 4 lantai saja. Ini membuat atmosfer kota menjadi menyenangkan.

Saya tiba di Queenstown jam 8 malam dan normalnya ini sudah malam namun ternyata masih sore. Musim panas memang musim terbaik di NZ karena durasi siang hari yang panjang. Bis berhenti di tengah jalan Athol dan saya harus berjalan kaki menuju ke tempat akomodasi. Saya yakin hampir semua orang disini adalah turis , terlihat dari wajah meraka yang bahagia seakan-akan hari esok adalah liburan. Informasi dari orang-orang yang saya temukan disana bahwa Taylor Swift juga sedang mengunjungi NZ namun mana mungkin saya akan satu hostel dengan dia. haha


Transportasi


Transportasi ke sana
Queenstown adalah kota utama di pulau selatan sehingga banyak pilihan transportasi menuju ke sini baik pesawat ataupun bis. Saya masih sangat merekomendasikan Intercity dan NakedBus untuk pilihan hemat. Jetstar juga memiliki penerbangan dari domestik dan australia ke Queenstown.

Transportasi selama di sana
Queenstown memiliki bis lokal bernama connectbus. Terdapat 3 rute nsmun bis no 10/11 adalah yang paling sering digunakan oleh para turis yang mana beroperasi setiap 30 menit sekali. Pusat kota sebenarnya relatif kecil jadi berjalan kaki merupakan pilihan yang bagus. Ada juga taxi air menuju danau Pukaki.




Akomodasi


Saya menginap 2 malam di Absoloot backpacker hostel di Queenstown. Saya sangat merekomendasikan hostel ini karena posisinya tepat menghadap danau pukaki sehingga akan sangat syahdu ketika makan pagi mu sembari melihat indahnya danau. Harga untuk 3 hari 2 malam adalah 58 NZD. Kekurangan dari hostel ini adalah posisinya yang dekat dengan keramaian sehingga akan sedikit berisik ketika malam hari.

Menikmati  Wakatipu di pagi hari

Danau wakatipu hanya beberapa meter saja dari tempat saya menginap. Danau ini merupakan danau terpanjang yang memiliki bentuk seperti huruf N. Waktu terbaik untuk mengunjunginya adalah di pagi hari. Mengapa? karena tidak ada banyak orang disana. Kebanyakan turis tidur terlalu lambat sehingga bangun siang. Jam 7 pagi saya sudah memeprsiapkan makan pagi dan siang saya kemudian berkeliling kota dan menikmati danau Wakatipu.


Mengunjungi Milford Sound

Hari kedua, saya mengunjungi Milford Sound. Bisa dibilang Milford sound adalah gambar pertama yang akan muncul di internet. Ini nampak seperti tempat yang tidak mungkin ada di bumi dan hanya ada di imajinasi dan film-film. Ribuan air terjun tiba-tiba saja muncul dan berjatuhan di antara lereng bukit.

Banyak jasa tur dan bis menuju Milford sound dari Queenstown dan Te Anau. biasanya keberangkatan sekitar jam 6 - 9 pagi. semakin pagi semakin bagus untuk menghindari turis. Saya mengambil tur dari Queenstown karena pilihannya lebih banyak. Saya merekomendasikan Intercity karena supir, bis, ferry, harga dan semuanya sangat ok. Mungkin semua tur juga memiliki kesan yang sama namun saat itu harga intercity lebih murah daripada yang lain. Untuk tur bersama intercity, bis akan berangkat jam 7 pagi dan kembali tiba ke Queenstown jam 5 sore.


Bukit Queenstown


Saya mencari kegiatan yang murah dan kalau bisa gratis setalah selesai tur ke Milford Sound. Sekarang sudah jam 5 sore jadi saya masih punya waktu 4 jam sebelum malam (musim panas emang paling mantap!). Saya sempat mendengar tentang bukit dimana saya bisa melihat kota dan danau dari atasnya. bukit ini bernama bukit Queenstown. Ini meruoakan 2-3 jam berjalan kaki namun sedikit sulit menemukan kalurnya terutama dari kota karena petunjuk arahnya yang kurang jelas. Alternatif lain yaitu bukit yang lain yang memeiliki kereta kabel untuk menuju ke atasnya. Namun begitu saya tetap memilih bukit Queentown karena gratis. 

Saya berjalan selama 2 jam dan tiba di puncak bernama Te Tapu-nui. Saya sendirian ketika itu mungkin tidak banyak orang yang tertarik dengan jalur ini terutama ketika hari hendak menuju gelap. Saya memutuskan berhenti ketika saya menemukan papan bertuliskan "milik pribadi" yang artinya saya tidak boleh melanjutkan perkalanan lagi. Jam 8 dan matahari hampir tenggelam. Matahari yang terbenam memang pesona yang luar biasa.

Saya bertemu dengan seorang wanita di puncak. Saya bertanya-tanya "sedang apa dia disaat jam segini?" tidak masuk di akal buat saya. Hal yang saya perhatikan pertama kali adalah kakinya. Syukurlah kakinya masih menapak di tanah. Dia seorang Chinesse-UK dan sedang berlibur di New Zealand. Dia bilang "dia sangat suka sunset". Itulah mengapa dia masih bertahan di sini di saat hari mulai gelap. Saya merasa di merasa terganggu ketika saya mengajak dia berbicara mungkin di kira hantu atau pria hidung belang haha. Hari sudah hampir benar-benar gelap sehingga saya memutuskan untuk meninggalkan dia karena dia masih mau berada disana. Turun ke bawah melewati hutan yang gelap benar-benar membuat bulu kuduk berdiri apalagi sendirian. Terlintas di benak saya "apakah wanita tadi benaran manusia atau...."

No comments:

Post a Comment